Menyapa aja aku gak berani loh
Eh jangankan menyapa
Melihatmu aja aku takut-takut
Padahal dirimu gak makan orang
Padahal dirimu lembut banget tuh
Padahal dirimu kecil dan imut
Aku tuh cuma berani curi-curi pandang dari sini
Dari tempat aku bersembunyi
Karna takut aku tuh
Takut ketahuan aku menyukaimu
Tapi ketakutan itu bukan yang terbesar sih
Aku hanya membuat alasan saja
Alasan untuk tidak mencintaimu
Karna alasan terbesarku untuk tidak melihatmu
Adalah karena ada tembok yang menghalangi kita
Iya, tembok itu besar banget
Tembok besar yang membatasi kita
Tembok yang susah banget dihancurkan
Tembok itu bernama AGAMA
Gak akan mungkin aku hancurkan tembok itu
Apalagi kamu, yang begitu memuja Tuhanmu
Hanya mungkin kita seberangi
Salah satu dari kita harus menyeberanginya
Tapi, aku gak ingin sih kamu menyeberanginya
Apalagi aku, gak mungkin aku akan menyeberanginya
Biarlah tembok itu akan selalu ada
Karna itu akan menjadi kenangan kita
0 comments:
Post a Comment