Sunday, April 21, 2013

Kekalahan

Posted by Diasdo Siadari at 6:39 PM 0 comments
Langit menangis...
Ikut bersedih meratapi nasib kami
Yang tragis diterpa angin
Tanpa secercah sisa

Bumi bergoncang...
Menggetarkan tubuh kami
Yang ditimpa batuan beban kehidupan
Yang coba kami pikul

Laut berkecamuk...
Memecah setiap batu yang dihempaskan
Membawa puing sisa
Entah kemana akan terbawa

Aku menangis kecewa
Atas semua perjuanganku
Aku mencari tempat  sembunyi
Menerikkan kekesalanku
dan meneteskan beningnya air mata ini

Aku tertegun melihat sekitarku
Cercahan kertas yang tersobek
Terbawa aliran sungai yang tenang
Tersangkut di bebatuan sepanjang aliran

Aku terdiam
Bisu 'tak berbahasa
Seakan pasrah adalah jalan
Tanpa bisa menghindarkan nasib

Heningmencekam diantara pegunungan
Hanya deru angin yang terdengar
Hitamnya penglihatanku diantara hijaunya alam
Tanpa mampu 'tuk mengubah semuanya

Kesombongan tiada arti
Keangkhan yang ditunjukkan
Tercampak oleh badai
Membuat alam diam berbisu
Seakan Tuhan sudah menakdirkan


Puisi ini tercipta ketika saya dan teman beserta guru pembimbing ikut bertarung dalam acara LCC 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara , dan ternyata kami kalah dalam pertandingan tersebut....
Jujur, secara pribadi saya kecewa melihat hasil dari perjuangan kami selama ini...Kami sudah merelakan sebahagian dari waktu belajar kami untuk ajang bergengsi ini...
Kami sampai mau tertidur sambil menghapal semua semua substansi dari keempat pilar tersebut karena 'sangkin' capeknya...

Tapi memang namanya takdir...Memang Tuhan sudah menetapkan hal tersebut...
Mungkin belum saatnya kami untuk menang saat ini...
Mungkin ada kelompok yang lebih keras perjuangannya daripada kami dan merekalah yang lebih berhak buat kemenangan itu...

Tapi perjuangan belum berakhir saat itu juga...
Karena kami akan tetap melanjutkan hidup kami , walau disini kami kalah...
Tapi suatu saat kami akan menunjukkan bahwa kami bisa....

Inilah kami bersepuluh peserta dari Kabupaten Simalungun beserta Bapak August ( Panitia ).


 Inilah kedua guru pembimbing kami yang selalu membimbing kami ....

Saturday, April 20, 2013

Pilihan Telah Ditetapkan

Posted by Diasdo Siadari at 3:24 PM 0 comments
Tanya dalam diri
Belenggu yang menghempas jiwa
Sakit yang menyiksa raga
Telah dihempaskan

Hampa yang selama ini kurasa
Kelam yang selama ini menjangkiti tubuh
Selesai sudah

Walau berat untuk melepas
Melepas semua yang telah kuperjuangkan
Perjuangan darah dan keringat
Air mata membekas di pipi
Peluh terbentuk di sekujur tubuh

Tapi....
Demi siapa aku kelak
Demi dia
Dan demi mereka yang aku sayangi
Aku harus melakukannya

Demi menepis  semua tanya
Menghempakan belenggu siksa
Melawan semua hampa dan kelam diri

Terpaksa...
Dengan terpaksa aku harus merubah haluan
Mengikut arus yang selama ini coba dilawan

Peluh siksa dan darah yang telah terkubur
Harus dikorbankan
Demi meraih bintang cerah
Yang sempat terhilang
dari hidupku

Puisi ini tercipta sesaat setelah aku menetapkan pilihanku di kelak PTN untuk SNMPTN 2013 ( Jalur Undangan )....
FTTM ITB ialah pilihan awalku....
Namun , semua berubah semenjak negara api menyerang...
Eh bukan...
Semua berubah semenjak seseorang yang lebih dari aku menetapkan pilihannya pada pilihan yang sama .
Dengan berat hati aku harus mengalah ...
Dengan berat hati aku harus menerima takdirku untuk pindah dari pilihan awalku yang telah merasuk di relung jiwa  kelas 1 SMA...

FITB ITB adalah pilihan yang menjadi penampung relung jiwa yang telah terhempaskan . Setelah akhirnya aku tahu keunggulan keduanya dan telah mendengar semua hal yang terkait keduanya...
Maka dengan suara lantang dan optimis Aku Berkata :
"FITB ITB , INI AKU DATANG....."

Friday, April 19, 2013

Aku Suka Kamu

Posted by Diasdo Siadari at 5:31 PM 1 comments
Telah lama rasanya
kupendam rasaku untukmu
Dan ingin kuungkapkan
lewat kata dan puisi

Cantikmu menawan
Parasmu menarik
Tingkah lakumu lembut 'nan gemulai
Aku suka semua itu

Aku mengagumumi
Dari tempat aku bersembunyi
Aku selalu perhatikanmu
Walau tangan 'tak sanggup gapaimu

Aku sosok pria yang apa adanya
Yang suka sama kamu apa adanya

Melalui puisi ini...
Aku coba uraikan
Perasaanku yang dalam padamu

Melalui puisi ini
Aku coba ungkapkan
bahwa...
"AKU SUKA KAMU"
"AKU CINTA KAMU"

Aku tidak sanggup
memandang wanita lain
Karena hanya dirimu seoranglah
wanita terindah dalam hidupku
Seakan Dinda adalah bidadari terakhir
yang turun dari Kahyangan

Aku mungkin sosok yang lemah
Yang 'tak berani ungkapkan langsung

Tapi aku berharap
Entah itu kapan
Kamu akan mengerti maksud hati ini
Entah itu kamu memiliki rasa yang sama
Aku berharap
Kamu akan mengingat raga ini

Walau mungkin
kelak kita tidak bisa bersama

Satu hal yang perlu kamu tahu
Kau pernah menjadi wanita pilihanku
Yang mengisi relung hati ini
KAU KUCINTA...
 

UKIRAN KISAHKU Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea