Sunday, December 15, 2019

CPNSlyfe

Posted by Diasdo Siadari at 2:54 PM 0 comments
Ini merupakan kelanjutan dari cerita yang sebelumnya, dimana yang sebelumnya lebih menekankan ke proses seleksi CPNS PUPR.

Singkat cerita, setelah melakukan 'bonding' selama 1 bulan di ruang rapat lantai 7, akhirnya kami diletakkan ke beberapa subdirektorat yang awalnya (ketika di Pendopo) sudah di-randomly pilih. Kami berdelapan subdit PE.
1. Mulai dari yang salah satu paling tua dan cewek sendiri, Kak Solihatun. Geologi ITB angkatan 2010. Baik banget banget orangnya. Tampak dari umurnya yang sudah cukup dewasa dan sifatnya yang keibuan banget. Doi memang sudah menikah.
2. Bang Surya, doi sebenarnya yang paling tua diantara kita semua. Udah pernah beberapa tahun menjadi pegawai honorer di PJN Kalimantan Utara. Bang Surya juga udah menikah, jurusan Sipil, dari Universitas 17 Agustus Samarinda (UNTAG). Doi make laptop yang cukup paling GG diantara kami semua dan Anda tau darimana laptop itu berasal ? DM me for more information. Hahaha
3. Kramer Napitulupu. Geodesi ITB 2011. Orangnya kocak dah. Main game mulu. Udah gila emang Abang yang satu ini. Gak peduli siapa yang ada disekitarnya, kalo emang gamenya setanggung itu, dia pasti bakalan mainin terus sampe selesai dulu gamenya. Tau gamenya apa ? Asphalt Mobile. Udah pernah kerja dengan gaji yang yah lumayanlah, 10 lebih kurang di Transjakarta.
4. Bayu a.k.a. si orang paling GG dan the one and only batch 1 di PE Preservasi Jalan. Pioneer dari segala yang pioneer di PE Preservasi Jalan. Salah satu orang paling niat dan paling humble diantara kami semua. Kalo kata Tihin, dia tipikal anak ITS banget. Tau banyak hal, literally banyak hal, tapi act like he only knows little thing. Bener2 humble banget dan Jawa banget. Kedepannya bakalan aku katakan hal apa yang dia buat pas Aktualisasi. GGENDFAST super niat. Eh hampir kelupaan, dia Geomatika ITS, angkatan 2011.
5. Dinul, si 'Doyok' dari Padang. Doi suku Bodi. Keknya doi salah satu mapres dari Universitas Andalas deh. Khas banget suara dan intonasi doi ngomong, kayak orang Padang bangetlah. Pokoknya denger dia ngomong, pasti udah bakalan nebak, ah Padang nih orang. Dinul Hadi angkatan 2013 UNAND, jurusan Sipil.
6. Anas a.k.a. Si Bujas Anjes. Dulu gw satu kelas pas TPB ITB dengan si anjes ini. Dia ini juga pinter banget, dan FREAKING HUMBLE banget. W sering banget shock dan terkejut dengan beberapa statement doi yang anjiar, GG bet nih orang. wakakakaka. Dia juga baek banget khususnya ke aku dan selalu kemana aja dengan Bang Kramer, Kamerad doi. Doi punya bisnis yang omsetnya ratusan juta rupiah. GG. Anas si bujas horbo ini angkatan 2013 Geodesi ITB. Doi rencana nikah dengan pacarnya dalam tahun-tahun mendatang ini.
7. Tihin a.k.a. Mapres ITS. Pinter banget, yet agak sombong sih. Wakakaka. Gak masalah, karena yang dia bilang emang fakta. Fathihin pernah exchange ke LN, 3 bulan apa 6 bulan yah ? Ya intinya exchange dan dapat nilai kuliah disana. Keknya short coursenya 6 bulan deh. Tanya aja sama dia dah. Dia exchange ke Belanda. Dia emang se-GG itu sih. Alat musik ahli, mulai dari Gitar Super PRO, Saxophonenya yang muantap, main piano keknya doi bisa juga dah, dan bisa juga nyanyi walau suaranya enggak bagus2 amat lah, tapi dibandingin lelaki lainnya, mantaplah. Cumlaude, 3.5 tahun. Kaya bet doi, udah punya mobil dan cicilan apart keknya deh doi. Doi angkatan 2014 Sipil ITS.
8. Me, a.k.a. Calon Dirjen Bina Marga dan Calon Menteri di tahun 2040/2050 an. Wakaka.

Sekian dululah perkenalan kami di subdit PE ini, dan sebagai bonus berikut saya tampilkan foto kami. Next post bakalan aku ceritain bagaimana kehidupan Bela Negara di Bogor, Aktualisasi di Surabaya, Habituasi di Subdit, Balitbang di Bandung, dan Kegiatan super duper bosan ROTASI di Dirjen BM dan Balai 6 Jakarta.

US Without Fathihin yang sengaja ditinggal di atas dan Bang Bayu yang lagi Balitbang
Dan ini dia PE Preservasi kala itu yang hampir Full Member


Friday, August 23, 2019

Tembok

Posted by Diasdo Siadari at 11:22 PM 0 comments
Hei kamu yang disana
Menyapa aja aku gak berani loh
Eh jangankan menyapa
Melihatmu aja aku takut-takut

Padahal dirimu gak makan orang
Padahal dirimu lembut banget tuh
Padahal dirimu kecil dan imut

Aku tuh cuma berani curi-curi pandang dari sini
Dari tempat aku bersembunyi
Karna takut aku tuh
Takut ketahuan aku menyukaimu

Tapi ketakutan itu bukan yang terbesar sih
Aku hanya membuat alasan saja
Alasan untuk tidak mencintaimu
Karna alasan terbesarku untuk tidak melihatmu
Adalah karena ada tembok yang menghalangi kita

Iya, tembok itu besar banget
Tembok besar yang membatasi kita
Tembok yang susah banget dihancurkan
Tembok itu bernama AGAMA

Gak akan mungkin aku hancurkan tembok itu
Apalagi kamu, yang begitu memuja Tuhanmu
Hanya mungkin kita seberangi
Salah satu dari kita harus menyeberanginya

Tapi, aku gak ingin sih kamu menyeberanginya
Apalagi aku, gak mungkin aku akan menyeberanginya
Biarlah tembok itu akan selalu ada
Karna itu akan menjadi kenangan kita





Friday, August 16, 2019

Kesepian aja aku tuh

Posted by Diasdo Siadari at 7:43 AM 0 comments
Hai kamu yang disana
Masih kenal aku gak ?
Eh maaf, salah pertanyaan
Masih tau aku gak ?

Kalo masih tau, ya syukur deh
Tapi kalo udah lupa
Yah...
Mau di gimanain lagi
Emang wajar sih aku dilupain
Dan udah biasa juga kok aku dilupain kayak gitu

Btw gimana hidupmu tanpa aku ?
Makin bahagia gitu ?
Kalo makin bahagia, ya syukur deh
Diriku ikut senang kok kalo kamu senang

Hmm..Kalo kamu tanya aku sih
Ya, balik seperti semula
Kesepian aja gitu
Rindu sih gak terlalu yah
Tapi, ya kesepian aja gitu
Gak tau mau berbuat apa lagi
Kosong aja gitu
Hampa

Eh btw, udah dulu yah
Aku mau melanjutkan kehampaan ini lagi
Kalo udah ingat siapa aku
Jangan lupa kabar-kabarin aku yah
Aku masih disini kok
(Seperti yang pernah aku ucapkan)


Surabaya, 16 Agustus 2019

Monday, May 6, 2019

Kehidupan CPNS dan Seleksi CPNS PUPR (Part 1, I guess...)

Posted by Diasdo Siadari at 11:06 PM 0 comments
Sekadar informasi for my fellow friends, per 1 Maret 2019 atau biasa disebut TMT (Terhitung Mulai Tanggal) kemarin gw sudah resmi menjadi bagian dari Kementerian PUPR sebagai CPNS Kementerian PUPR Angkatan 2018. Ya memang sih baru menjadi CPNS tahun 2019, tapi karna anggarannya dibuat tahun 2018, jadi ya jadinya CPNS 2018. Sesungguhnya kehidupan menjadi CPNS tidaklah begitu rumit dan tidak begitu gampang. Ya simpelnya bisa dibilang santai tapi harus bertanggung jawab. Seleksinya pun nggak begitu susah (i think), tapi perlu belajar juga untuk menghadapinya. Overall untuk seleksi, ya lumayan mudahlah. Owh yah, untuk seleksi CPNS PUPR next blog aja deh diceritain dan kalo banyak yang request (pede banget gw ya Tuhan, ada aja yang nengok nih blog dah syukur banget gw).

Oke jadi gini gw ceritain kehidupan w yang masih sangat singkat di ke-PUPRan ini. Sebenarnya gw SPMT (Surat Perintah Melaksanakan Tugas) 1 April kemarin, sebulan setelah TMT, dan harusnya udah mulai pelatihan dan segala tetek bengeknya per 1 April, . Tapi karena adanya perhelatan pemilu yang cukup ribet dan memakan banyak tenaga dan pikiran kita rakyat Indonesia (dengan segala cebong dan kampret dan keriweuhannya), tidak terkecuali kementerian, maka kegiatan pelatihan dll baru dimulai pertanggal 22 April 2019 (ULANG TAHUN GW). Tapi, karena mereka sesungguhnya tidak akan membiarkan kami kosong dan bersantai ria mulai tanggal 1 April-19 April, maka dikasihlah kami tugas yang sebeanrnya cukup ringan.

Tugasnya sebenarnya simpel seperti mencari bagaimana struktur organisasi Kementerian PUPR (tugas 1), mencari masalah-masalah yang ada di sana (part 2), serta mencari solusiya (part 3). Tapi karena ada orang yang 'sok 'freaking' ide di grup besar', maka disuruhlah kami untuk pergi ke Balai/Balai Besar, PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), Satker (Satuan Kerja), dll yang ada di daerah kami, yang dimana Balai Besar itu cuma ada di Medan untuk yang di Sumatera Utara dan Provinsi Riau.

Haruslah gw pulang pergi dalam minggu itu paling tidak seminggu sekali untuk menyelesaikan tugas itu, yang dimana harusnya gw tidak harus pergi ke sana karena sesungguhnya hal itu bisa diselesaikan di rumah saja dengan koneksi internet secukupnya. Tapi ya sebagai beban moral, gw terpaksa pergi. Sesungguhnya pergi ke sana bukanlah hal yang buruk, karena gw bertemu banyak teman baru dan teman-teman CPNS PUPR yang kebetulan tinggal di Medan. Kira-kira belasan oranglah teman baru gw disana.

Back ke kehidupan CPNS. Selesailah 3 minggu pengerjaan tugas itu dengan segala perjuangannya (yakni 2 kali pulang pergi ke BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) II Medan), dan sampailah di Jakarta tanggal 20 April, karena saya harus mengambil seminar kit di Kementerian PUPR pada hari Minggu, 21 April 2019. Seminar kitnya berupa tas, dua buah baju, dasi hitam (owh iya, JANGAN BELI DASI HITAM YAH KAYAK YG GW LAKUKAN, KARENA ITU AKAN BERAKHIR USE'FREAKING'LESS), botol minum, Buku Lembar Pencatatan Hasil Kerja Pegawai, dan atm serta buku rekening, tempat gaji kita ditransfer kelak, dan setiap unor (unit organisasi) beda-beda rekeningnya. Untuk teknik jalan dan jembatan sendiri, unit organisasi Direktorat Jenderal Bina Marga, menggunakan Bank Mandiri. 

Senin tanggal 22nya (ULANG TAHUN GW, IYA TAU KOK UDAH GW MENTION DI ATAS), pergilah kit mengikuti pelepasan Kakak Angkatan 2017 dan penyambutan angkatan 2018 serta penandatanganan pakta kerjasama antara PUPR dan BNPT di TMII. Mahal banget cuk ke TMIInya, wakakakak. Pagi-pagi kita udah pada banyak yang disana. Bahkan ada grup yang berangkat jam 5 pagi, BAYANGIN JAM 5 PAGI CUK. Gw pikir-pikir ambis bet dah orang2 ini semua. W aja jam 6 kurang masih bobo cantik di rumah. Iya sih kosan mereka cukup jauh ke TMII, tapi ya gw pikir, enggak jam 5 juga cuk berangkatnya. Wakakaka...W sampe di lokasi jam 7 kurang sih dan emang udah ruuaammeeeee banget disana. Bayangin coba ada kira-kira 2 ribuan orang lebih di satu tempat yang lokasinya enggak lebih dari 1 hektar, yaitu di Gedung Pewayangan TMII. Mampos dah w freak out sendiri. Tapi untungnya masih nemu Vania dan masih ada kosong sebiji bangku di sampingnya. Dan ya sudahlah gw duduk disana. Kegiatan disana seru sih, ada acara penyambutan dari Bapak Menteri dan Ibu Sekretaris Jenderal, Pemaparan deradikalisasi oleh BNPT, ada seminar dari Kakak kelas 2017 yang karya ilmiahnya terbaik dan acara lawak2 yang ya agak 'cringe' sih, tapi karena gw suka yang 'cringe-cringe' jadilah saya habis tertawa terbahak-bahak di acara terakhir. Owh iya, disana enak banget, dikasih ular (snack) dan makan siang juga.

Setelah itu tanggal 22 dan 23 April, kita ada pelatihan dan pemaparan juga dari 11 unor yang ada di Kementerian PUPR, dan disetiap unor ada bagi2 hadiah. Enak banget cuk. Ada baju, payung, buku, topi dan yang paling GG itu, iPad (tapi canda deng). Ya agak membosankan sih kegiatannya, tapi enak juga untuk menambah pengetahuan kita mengenai kePUPRan dan semakin menjelajahi apa-apa aja yang ada di PUPR. Seminar hari pertama dan kedua diadakan di Aula PUPR. Seminar pertama, penjelasan 6 unor, gw duduk di atas, dan berakhir dengan gw tertidur dong. Wakakakkaak. AC Central, kursi VIP (kayak yang di bioskop XXI), santuy bet dah pokoknya. Wakakakak.

Tapi, hari kedua gw telat banget. Baru berangkat jam 7 pagi, alhasil sampe jam tengah 8, dan atas udah penuh banget dengan berakhir gw duduk di bawah. Kelebihan duduk di bawah adalah kemungkinan untuk mendapatkan hadiah sangatlah besar. Tapi karena gw bukan tipikal orang yang suka bertanya ataupun menjawab pertanyaan, maka berakhir w malas bet dibawah. Plus gw dibawah duduk di bagian depan. Begitulah hingga hari2 berikutnya sampai 2 minggu ini berakhir. W datangnya "telat mulu". Sehingga posisi duduk selalu berada di bagian bawah dan berakhir tidur dengan tidak nyaman.

Dan mulai 6 Mei 2019, w mulai kehidupan w di Unit Organisasi, yaitu Ditjen Bina Marga. Overall, sama aja, wakakaka. Di ruang pendopo w tidur juga, karna materinya ya cukup membuat kebanyakan kita bosan dan banyak yang tertidur sih. Tapi itu gak bisa aku jadiin pembelaan sih dan tetap menjadi salah kita yang kurang menghargai pembicaranya.

Sekian dulu kali part 1 nya, mudah2an ada waktu buat ngelanjut part 2nya...

Tuesday, April 9, 2019

de Finibus Bonorum et Malorum

Posted by Diasdo Siadari at 8:18 PM 0 comments

Bagian 1.10.32 dari "de Finibus Bonorum et Malorum", ditulis oleh Cicero pada tahun 45 sebelum masehi

"Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo. Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt. Neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci velit, sed quia non numquam eius modi tempora incidunt ut labore et dolore magnam aliquam quaerat voluptatem. Ut enim ad minima veniam, quis nostrum exercitationem ullam corporis suscipit laboriosam, nisi ut aliquid ex ea commodi consequatur? Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem eum fugiat quo voluptas nulla pariatur?"


Terjemahan tahun 1914 oleh H. Rackham

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain of itself, because it is pain, but because occasionally circumstances occur in which toil and pain can procure him some great pleasure. To take a trivial example, which of us ever undertakes laborious physical exercise, except to obtain some advantage from it? But who has any right to find fault with a man who chooses to enjoy a pleasure that has no annoying consequences, or one who avoids a pain that produces no resultant pleasure?"


Terjemahan (versi google translate):

"Tapi aku harus menjelaskan kepadamu bagaimana semua gagasan keliru tentang mencela kesenangan dan memuji rasa sakit ini lahir dan aku akan memberimu laporan lengkap tentang sistem ini, dan menguraikan ajaran sebenarnya dari penjelajah besar kebenaran, pembangun utama dari kebahagiaan manusia. Tidak ada yang menolak, tidak suka, atau menghindari kesenangan itu sendiri, karena itu adalah kesenangan, tetapi karena mereka yang tidak tahu bagaimana mengejar kesenangan secara rasional menghadapi konsekuensi yang sangat menyakitkan. Juga tidak ada lagi orang yang mencintai atau mengejar atau berkeinginan untuk mendapatkan rasa sakit itu sendiri, karena itu adalah rasa sakit, tetapi karena kadang-kadang keadaan terjadi di mana kerja keras dan rasa sakit dapat memberinya kesenangan besar. Untuk mengambil contoh sepele, yang mana dari kita yang pernah melakukan latihan fisik yang melelahkan, kecuali untuk mendapatkan beberapa keuntungan dari itu? Tetapi siapa yang berhak menemukan kesalahan pada pria yang memilih untuk menikmati kesenangan yang tidak memiliki konsekuensi yang mengganggu, atau orang yang menghindari rasa sakit yang tidak menghasilkan kesenangan yang dihasilkan? "

Wednesday, February 13, 2019

Penikmat Luka

Posted by Diasdo Siadari at 5:30 PM 0 comments
Akankah keindahan itu berakhir sama dengan sebelumnya ?
Hanya kehampaan dan kenangan yang berusaha kau lupakan
"Perasaan yang salah" yang seharusnya tidak kau mulai

Karena memulainya sama dengan menderita akannya.
Karena tidak semua hal indah harus kau rasakan,
Karena jika engkau merasakannya dan kau tidak bisa melupakannya
Karena terlalu dalam perasaanmu akan hal itu,
Karena terlalu intim kau merasakan kenikmatan itu,
Karena hal itulah kau akan merasakan luka,
Karena luka itulah kau akan terluka lagi
Karena kau mengingkari luka yang kau rasakan
Karena sebenarnya kaulah menginginkan luka yang seharusnya kau hindari,

Tetapi...
Karena nikmat dari luka itulah yamg membuat kau masih dapat bertahan hidup
Karena nikmat dari perih itulah yang membuat kau masih bisa merasakan rintihan hidup
Karena nikmat dari penyesalan itulah membuat kau mensyukuri hidup
Karena nikmat dari rasa sakit itulah membuat kau dapat merasakan nikmatnya hidup
Nikmatnya rindu
Nikmatnya senja
Dan..
Nikmatnya Cinta.

Dari aku yang ingin selalu merasakan luka itu dan ingin selalu menyesalinya
 

UKIRAN KISAHKU Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea