Saturday, December 31, 2022

CINTA BEDA AGAMA

Posted by Diasdo Siadari at 5:01 PM 0 comments

Akhir-akhir ini lagi dekat dengan seorang teman yang kebetulan sedang kuliah di MTPBA-Likuefaksi UGM Angkatan 2022. Namanya Karina Puspa Amalia. Mungkin cuma sekadar teman telponan doang sih kayak yang dulu, si dia yang juga sekarang udah loss contact after like 9 or 10 fucking years i tried to get her. Enak sih anaknya supportif, baik, berwawasan, dan tidak sombong. Mau terbuka dan aku suka dengan yang namanya keterbukaan (walaupun aku nggak pernah terbuka-terbuka amat sih sama orang lain). Sepertinya dia juga orang kaya, udah ada rumah ruko gitu warisan dari papanya. Dia PNS juga kebetulan, penempatan CK Subdit Wilayah I di Kementerian PUPR. Kerjaannya ngurusin bencana katanya. Wakaka. Aku ngejokes aja sama dia bahwasanya hidup dia dikelilingi bencana. Begitu pula dengan kisah asramanya, eh asmaranya. Sebetulnya dia nggak cakep sih, jauh dari kriteria yang aku idamkan. Tapi somehow dia itu memikat gitu. Kayak ada sesuatu yang nggak dipunyai orang lain yang dimiliki dia. Suaranya buagus polll. Kalo ikut PUPR Idol, paling enggak masuk jadi Finalis deh dia. Yakin banget aku itu. Orangnya rendah hati, mungkin itu juga yang menjadi salah satu alasan dia menarik. Beda gitu dengan kebanyakan orang yang udah dari keluarga kaya yang kadang-kadang secara tidak langsung agak sombong. Tapi ini dia agak lain sih. Baik gituloh. Udah gitu, masih mau bekerja keras gituloh. Masih mau mencari side hustle buat nambah2in uang makeup-nya atau sekadar buat beli aksesoris-aksesorisnya.

Dia itu kehilangan sosok seorang Ayah dan Abang sih. Itu mungkin yang menjadikan dia dekat dengan kami para lelaki ini. Sama dengan temanku yang lain, bernama Sabra El Satihah. Dia orangnya baek juga dan juga sangat-sangat tough. Tetapi satu kesamaan diantara mereka berdua adalah mereka kuat di luar, tapi menurut aku sangat rapuh di dalam. Masalah keluarga merekalah yang menjadikan mereka sangat rapuh dan rentan untuk mencari pelampiasan lain untuk menutupi masalah personal mereka tersebut. Yap, pelampiasan atau pelarian. Jadinya mereka berteman dengan banyak pria dan memiliki lebih banyak teman pria dibandingkan dengan teman wanita. Funfact satu kesamaan mereka berdua adalah mereka tidak ada grup keluarga entah itu di WA atau aplikasi lainnya. Aneh bukan zaman sekarang nggak ada grup WA keluarga. Dan funfactnya lagi adalah mereka sama-sama memiliki satu orang Abang/Mas kandung dan mereka sama sekali tidak dekat dengan Abang mereka tersebut. Memang berbeda masalahnya antara Sabra dan Karina, tetapi ya aneh aja gitu. Bahkan bisa dibilang Abangnya mereka tidak mengetahui keberadaan mereka dimana mereka sekarang gitu. Bahkan kalopun mereka misal tiba-tiba penempatan atau pergi ke LN, mungkin aja Abang-abang mereka tidak tahu posisi mereka dimana. Jangan-jangan Abang mereka juga tidak tahu kalo saudari mereka sedang menempuh perkuliahan di UGM. Menarik untuk ditanyakan kepada keduanya. Kalo Abangnya Sabra mungkin tidak tahu dimana posisi adik perempuannya, tetapi kalo Karina mungkin masnya masih tahu sih bahwasanya Adik perempuannya sedang kuliah di UGM. Dan satu lagi funfact menarik tentang mereka, bahwasanya masalah percintaan mereka sangatlah kompleks (dan berbahaya). Wakakaka. Kedua orang ini menarik sih menurut aku. Dalam artian, saya mesti belajar banyak dari masalah yang mereka hadapi, karena POV mereka menghadapi kehidupan ini cukup menarik dan berbeda gitu.

Kembali ke Karina, seperti yang saya bilang sebelumnya dia tidak terlalu cantik sih, tapi menurut aku dia itu 'menawan'. Dia banyak cerita mengenai mantan dia si 'R', mengenai mantan dia dan juga bakal calon gebetan dia yang anggota TNI AU, kemudian mantan dia yang paling "berkesan" ke dia, teman dia main-main ke Gili, kemudian teman dia yang bernama Zikri, dll. Ada juga teman lombanya yang berinisial "P" yang berkata-kata tidak sopan ke dia. Aku banyak mendengar cerita dia mengenai Masnya dan Istri Kakaknya alias Mbaknya. Mengenai ayahnya belum banyak banget sih tapi adalah satu dua hal. Mengenai konflik keluarganya dan semuanyalah. Memang benar, orang yang berusaha tegar itu hanya tampak pura-pura tegar aja, nyatanya sebenarnya mereka itu sedang menyembunyikan banyak hal yang menjadi pergumulan mereka.

Satu hal yang membuat aku tertarik ke dia adalah sama seperti 'M' yang suka samaku, dia terbuka ke aku dan itu menyentuh hatiku. Maksudnya menyentuh adalah aku seakan-akan tertantang untuk melindungi dia agar dia nggak merasakan pedih yang sama lagi dan menjadi sosok yang hilang di dalam hidup dia. Mungkin kami hanya akan menjadi teman aja sih, selamanya hanya menjadi teman. Oleh karena itu, aku ingin mempersembahkan lagu yang berjudul "Aku yang salah" dari Elmatu.


Sejak pertama kitaMenjalin kisah cintaTak ada yang bisaMerubah kisah kita
TernyataAku salahIman yang berbicaraTolong aku TuhanMengapa semuanya terjadi
Tolong tanyakan pada TuhanmuBolehkah aku yang bukan umat-Nya mencintai hamba-NyaBila memang cinta ini salahMengapa kita yang harus terjatuhTerlalu dalam
Uh (tolong tanyakan pada Tuhanmu)Bolehkah ku ho (tolong tanyakan pada Tuhanmu)Bolehkah aku (yang bukan umat Nya)
Bila memang cinta ini salahAkankah cinta kan tetap terjagaMengapa kita yang harus terjatuhTerlalu dalam
TernyataBeta salah


Mungkin sekian dari Diasdo yang selalu tersakit dan tertolak ini. Semoga kamu Mbak Karina segera menemukan tambatan hatimu yang bisa mengerti kamu dan menjadi sosok ayah sekaligus Mas yang mengerti kamu seutuhnya.


Salam dari Jember. 

31 Desember 2022

Sunday, June 27, 2021

Bekerja, apakah Worth it atau enggak ?

Posted by Diasdo Siadari at 3:36 PM 0 comments
Hmmm, sudah lama sepertinya sejak terakhir kali saya menulis di blog ini. Banyak hal baru yang sudah terjadi semenjak terakhir kali saya menulis terakhir kali di blog ini. Oke let me tell you the changes. Pertama, Bos atau PPK ku sudah berubah. Pak Hotben berganti menjadi Pak Samosir. Sad ? Jelas.Banget ? Jelas. Apalagi dengan kepemimpinan Pak Saor saat itu yang terlalu ngepush kami dan khususnya saya. Tertekan ? Jelas dong. Di masa kepemimpinan Pak Saorlah saya kembali tidak bercakapan dengan Bapak saya. Bapak ? Ya. Kenapa ? I will tell you the reason later. Kedua, Saya sudah kerja di lapangan selama kurang lebih 1,5 bulan dan it's feel good. Menyenangkan ternyata kerja di lapangan dan bekerja dengan orang yang tepat di lapangan. Enak aja gitu ternyata koordinasi dengan orang lapangan. Bekerja dan berkonflik dengan warga. Ehehehe. Enggak deng. Enaknya ya cuma karna dingin aja Siborong-borong. Udah gitu aja. Dan enaknya ya karna ada orang Bang Tornado dan Bang Shine. Udah. Pokoknya tim 2.2 emang terdabest lah. Saya di lapangan semenjak bulan Februari Pertengahan hingga akhir Maret. Enam minggu lamanya. Mengurusi Revitalisasi Drainase. Owh iya hampir lupa, disinilah saya agak cekcok dikit dan tidak bercakapan dengan Bapak saya. Jadi di 2.2, saya bertugas sebagai semacam bendahara untuk pembayaran RD, dan saya memegang banyak sekali uang secara cash, ya ratusan juta setiap hari secara cash. Dananya bukan cuma 100 juta, tapi lebih kurang 300 juta dan itu yang saya bawa setiap hari. Jadi ada momen setelah 1 bulan di lapangan, saya balik ke Siantar. Dan karena alasan yang cukup stress dan tidak ingin berkonflik dengan Bapak, maka saya bilang agar saya tidak usah dijemput dari rumah Pak Saor. Biarlah dari rumah Pak Saor langsung saya naik gojek ke rumah. Dan yang ditakutkan oleh Bapak saya adalah saya dirampok. Tapi siapa yang mau merampok saya. Siapalah yang tau saya membawa uang banyak. Pada saat itu tinggal sekitaran 150an jutalah kalau tidak salah. Tapi Bapak memaksakan untuk menjemput saya dan sialnya pada saat bersamaan pulak gojek dan Bapak saya tiba di rumah Pak Saor. Bener2 saat yang bersamaan. Aneh kali memang Bapakku. Bebal kali. Udah dibilang nggak usah dijemput, malah dijemput. Padahal udah sejak 1 jam sebelumnya kubilang nggak usah dijemput. Ya jadilah nggak cakapan awak sama Bapak selama beberapa hari itu. Kenapa ? Ya karna keliatan bodoh aja jadinya awak di depan Pak Saor dan kawan-kawan, datang gojek malah pada saat yang bersamaan datang orangtua. Kayak orang tolol jadinya awak. Ketiga, saya sudah tidak lagi di 2.2. Ya sudah pindah dan naik jabatan ke PPK 2.6. Jadi KTU. Senang ? Tidak dong. Karena sudah sempat nyaman di PPK 2.2. Udah 3 bulanlah sekarang per tanggal 27 Juni 2021 ini, walaupun secara SK hampir bulan ke 4, ya biasalah pemerintahan, back date. Hahahaha Keempat, Bitcoinku entah sudah naik ke berapa trus turun ke berapa lagi. But, untungnya saya sudah narik sekitar 7 juta dari dalam. Jadi dari modal let say 12,5 juta, sudah ditarik sebesar 5 juta hutang ke Bapak dan sisanya 1 juta untuk bunga dan 1 juta lagi untuk senang-senang, maka hanya tinggal 7,5 juta lagi modal di dalamnya. Hahaha. Kerja itu capek banget man. Sumpah. Kalo ada yang bilang jadi PNS aja biar kerjanya santai. FVCK. Kerja di Kementerian enggak santai cuk. Sumpah. Capek banget. Secapek itu. Saya aja udah berkali-kali ingin menyerah dan ingin resign aja. Sumpah kerja jadi PNS di Kementerian itu tidak segampang yang ada di pikiran kita semua. Kerja PNS di Kementerian capek banget. Makanya, sampe sekarang Saya masih berpikir, apakah gaji yang saya terima di sini worth dengan waktu dan energi yang saya keluarkan setiap hari. Stressful banget tau kerja, apalagi di ujung tombak sebuah kementerian. Kerja dari jam 8 pagi sampe jam 10 malam dulu merupakan hal yang sangat biasa buat saya. Sekarang di 2.6 kerja di hari Sabtu dan Minggu menjadi hal yang sangat biasa, apalagi dengan embel-embel jabatan KTU. Capek banget sumpah. Pengen jadi staff aja. Makanya sudah berkali-kali saya mikir, worth it nggak yah kerja ini ? Capek banget soalnya. Nangis ? Sudah sangat biasa. Ngeluh ? Hampir tiap hari. Pokokya lingkungan di PPK 2.6 sangat tidak worth it lah kalo menurut aku.

Monday, January 25, 2021

Just Love Your Grandparents. Make them Happy !!!

Posted by Diasdo Siadari at 11:52 PM 0 comments
I am so sad right now. I mean, i am truly sad for what i've seen and i've been through for like a couple hours ago. I wish i still have my grandmom alive, i would truly love her and never let her down. I would really loved her with all my heart. I mean, seriously guys. Can't you just make your grandparents happy for just like 1 year or maybe 2 years. Just do what they want and buy stuffs they want to have. You'll be very happy at the end of the day and never regret yourself. Aku tau dan sadar bahwa aku bukanlah orang yang sudah baik kepada Oppung (re:Kakek Nenek). Oleh karena itu, karena aku sadar bahwa aku bukan orang yang baik dan berbakti kepada Oppung, maka aku menyesal akan hal tersebut. Aku sangat menyesal bahkan sampai saat ini. Aku sadar akan semua kesalahan dan keegoisan yang kulakukan pada Oppung selama masa hidupnya. Andai aku dikasih waktu untuk menyampaikan sesuatu hal kepada Diasdo di masa lalu, maka pilihanku bukan untuk menyuruhnya invest di bitcoin atau saham, tapi aku ingin kembali kepada Diasdo umur 10 tahun atau bahkan lebih muda dari itu 7 tahun mungkin dan menyuruhnya untuk menyayangi Oppung dengan sepenuh hatinya. Jangan sampe dia menyesal seperti Diasdo di usia 24 tahun ini. Selalu menyesal dan hampir setiap tahun menangisi kepergian Oppungnya dan tidak pernah bisa berbakti lagi untuk yang terakhir kalinya kepada Oppung. Seperti saat sedang menulis blog ini, aku menangis seperti biasa dengan sangat keras tapi tidak bersuara karena takut mengganggu dan membuat tetangga kosan bingung. Aku selalu saja menangis dengan sangat menjadi-jadi setiap kali aku teringat akan Oppung. Bahkan selalu meminta kepada Tuhan untuk memberikan kesempatan untuk bertemu dengan Oppung di alam mimpi. Semerasa bersalah itu aku kepada Oppung dan ingin sekali rasanya aku bisa menghapuskan rasa bersalahku kepada Oppung. Aku ingat saat kecil dulu, pada saat menonton televisi. Kami selalu mengganggu kesenangannya untuk menonton sinetron. Selalu saja membuat dia sedih. Dan aku menyesal sekali membuatnya sedih seperti itu. Ingin rasanya kembali menoton sinetron bersamanya. (Fuck, I'm crying). Sedih kali. Andai aku bisa memutar waktu dan kembali menikmati masa itu bersamanya. Andai aku bisa membuat dia lebih sehat sehingga dia bisa menghadiri wisudaku. Andai saja aku bisa melakukan semua yang dia perintahkan kala itu. Andai aku tidak sebodoh itu saat itu dan bisa berpikir lebih jernih untuk lebih menghormati dan menghargai Oppung. Sedih sekali rasanya melihat ada orang yang menelantarkan Oppungnya atau mungkin orangtuanya. Jangan sampai kau pernah menelantarkan mereka. BUAT SIAPAPUPUN YANG MEMBACA TULISA INI, SAYA PERINTAHKAN KAU UNTUK MENYAYANGI ORANGTUA DAN JUGA KAKEK NENEKMU !!! Karena mungkin saja umur mereka tidak lama lagi dan kau akan menyesali perbuatanmu dan kau akan hidup dengan penyesalan yang sangaat mendalam sepanjang hidupmu. Karena kau akan selalu menangis setiap kali kau mengingat hal buruk yang kau kau lakukan kepada mereka dan hal baik yang belum kau lakukan kepada mereka. Seperti aku. Jangan sampai seperti aku... Baik aku akan menjelaskan peristiwa sedih yang aku pikir perlu kita tahu bersama. Hari ini sekitar pukul setengah sembilan malam saya balik dari kantor PPK 2.2 Prov. Sumut ke kosan. Sebelum balek ke kosan, saya makan malam terlebih dahulu dan mengambil pakaian di laundry. Setelah itu, saya pun langsung balek ke kosan dan di depan kosan saya melihat ada seorang nenek yang sedang duduk sembari mengesot kecil-kecil, mungkin 1 meter/menit. Pakaiannya lusuh dan aku mau menyapa tetapi takut sekali. Untungnya Bapak kosan keluar karena melihat ada hal yang aneh di CCTV dan menyamparin nenek tersebut dan bertanya dimana rumah nenek tersebut. Nenek tersebut masih sangat sadar dan waras saya pikir, dan dia menjawab di Gg. Syukur. Benar, ini Gg. Syukur. Tetapi Bapak tersebut tidak tahu itu Orangtua siapa, sehingga bertanya kepada istrinya. Ibu kosan yang mengetahui Nenek tersebut, merasa bahwa mereka hanya akan ditipu oleh nenek tersebut dan menjawa Bapak kosan dengan sangat jutek dan acuh tak acuh. Singkat cerita,kami mengetahui dimana nenek tersebut tinggal. Kondisi nenek tersebut sangat lusuh. SANGAT LUSUH dan saya rasa itu tidak pantas, SANGAT TIDAK PANTAS untuk dikenakan lagi. Saya pikir itu mungkin saja pakaian bekas yang mungkin sudah 20 tahun atau mungkin 30 tahun yang lalu. Sangat lusuh dan sangat bau. Saya tidak pernah membayangkan saya memakai pakaian tersebut bahkan untuk 1 menit saja. Ketika kami tau dimana nenek tersebut tinggal, Bapak berusaha mendirikan Nenek tersebut, tetapi seperti dia sudah tidak terlalu kuat lagi untuk berdiri bahkan walau sudah ditopang Bapak. Kemudian kami mendirikannya kembali dan kali ini kami memegangkan tongkatnya ke tangannya agar dia bisa menopang dirinya sendiri. Nenek tersebut sudah sangat tua. Kalau saya disuruh menaksir usianya, mungkin sekitaran 80-90 tahun. Badannya sudah bungkuk. Sangat bungkuk. Aku pikir itu sudah membentuk 90 derajat mulai dari kepala ke pinggan dan pinggang ke kakinya. Tidak tau dia sudah berapa lama berapa di luar, di malam yang dingin ini. Mungkin saja 2 jam, mungkin lebih. Kasian sekali nenek itu. Ketika mendirikan nenek tersebut, saya mencium bau pesing. Sangat bau. Sangat mungkin sekali pakaian tersebut sudah digunakan nenek tersebut mungkin 2 hari atau bahkan selama 1 mingguan dan belum diganti. Sangat bau dan kotor. Dan celana yang dikenakan nenek tersebut melorot dan dia tau bahwa itu melorot dan dia memegang celananya agar tidak terjatuh saat kami berusaha mendirikannya. Dari situlah saya tahu bahwa nenek tersebut masih cukup sadar dan cukup waras, sehingga dia tidak ingin celananya melorot dan selalu memegang celananya dengan tangan kirinya sembari tangan kanan memegang tongkat. Ketika kami tahu bahwa kemungkinan besar nenek tersebut tidak akan mampu untuk berjalan ke rumahnya, maka Bapak inisiatif menyalakan sepeda motor untuk membawanya. Saya mengangkat nenek tersebut ke motor dengan susah payah, karena saya takut memegang kedua ketiak nenek tersebut, takutnya akan terjadi salah urat atau apalah yang menyebabkan dia terluka. Pada akhirnya saya mengangkat Nenek tersebut dengan memegang kedua keteknya. Akhirnya dia berhasil naik ke sepeda motor. Karena kondisi Nenek tersebut yang sudah bungkuk dan memakan seluruh bangku di sepeda motor tersebut dan saya tidak bisa lagi naik di atasnya, maka saya mengatakan kepada Bapak Kosan bahwa saya akan memegangi Nenek tersebut dari belakang sembari Bapak membawa sepeda motornya dengan perlahan. Bapak Kosan setuju dan kami berjalan pelan tetapi pasti. Satu rumah terlewati, dua, sepuluh, dst, sampai sampai pada satu gang. Saya pikir itu ganggnya, tetapi Kata Bapak Kosan belum. Kami terus seperti itu, Bapak mengendarai sepeda motornya sedangkan saya di belakang sembari berlari kecil-kecil memegangi Nenek tersebut. Saat hampir sampai di rumah si Nenek, kami bertemu orang dan menanyakan dimana rumah si Nenek dan dia mengatakan, sama itu saja. Dan kami bertemu dengan dua orang anak muda tinggi, dan salah seorang lainnya mengatakan, ikuti dia saja. Kami mengikuti si anak remaja tersebut, sampai pada sebuah rumah yang terbuat dari semen seluruhnya, memang sederhana tetapi sudah cukup baik saya pikir. Dan di depan mata kami, si Nenek dimarahin dan mengatakan, bahwa si Nenek sudah disuruh untuk tidak pergi kemana-mana dan si Nenek menyusahkan orang lain saja. Botol minuman si Nenek di ambil dan di campakkan ke seberang rumahnya. Si Nenek di "paksa" berdiri dengan kasarnya oleh si anak remaja tersebut. Saya pikir anak remaja tersebut adalah cucunya dan di rumah tersebut ada seperti tumpukan tilam yang sudah tua dan sudah usang dan sudah sangat lembek, saya berpikir mungkin disitulah si Nenek tidur. Karena di samping tumpukan tilam usang busuk dan (saya pikir) sobek itu, ada juga tilam lainnya dimana ada orang yang sudah cukup tua juga tertidur di situ beserta ada seorang anak yang masih kecil, mungkin masih 10 tahunan. Orang yang cukup tua tersebut saya pikir adalah anak atau menantu si Nenek. Yang anehnya saya pikirkan adalah posisi saat itu sudah pukul sembilan malam lewat. Logika sederhana ketika sudah malam adalah kita mencari tau dimana anggota keluarga kita yang lainnya apakah kembali ke rumah atau menginap dimana, sehingga bisa tidur dengan nyenak. Ketika kita tidak melihat anggota keluarga kita yang sudah sangat berumur dan tidak ada di rumah pada pukul 9 malam, reaksi simpel dan sederhana yang kita lakukan adalah mencarinya. YA MENCARINYA. KETIKA SUDAH MALAM DAN KITA TIDAK MENEMUKAN KAKEK NENEK YANG SUDAH SANGAT TUA DAN MUNGKIN SAJA AGAK PIKIN TIDAK BERADA DI RUMAH, MAKA LOGIKA SEDERHANA SEBAGAI REAKSI DARI PIKIRAN KITA ADALAH MENCARINYA. Tetapi, saya pikir, anak, cucu, menantu ataupun orang yang berada di rumah tersebut tidak peduli dengan Nenek tersebut. Aneh rasanya. Di usianya yang sudah sangat tua, mungkin Nenek tersebut hidup tidak akan lama lagi, mungkin saja tahun ini Nenek tersebut sudah meninggal, maka apakah tidak bisa anak cucu menantunya untuk membahagiakannya, menyenangkannya ataupun memanjakannya. Menjaganya agar tidak pergi-pergi. mengajaknya ngorol mengenai masa lalu. Kasian sekali di akhir usianya yang sudah sangat senja, Nenek tersebut hidup dengan kondisi yang memprihatikan sekali. Tidak tega rasanya melihat adanya orang tua yang hidupnya sememprihatinkan itu. FYI, ketika si Nenek didirikan dengan paksa oleh si anak dari teras rumah menuju ke dalam rumah, si Nenek tetap memegangi celananya agar tidak melorot, walau tetap saja melorot dikit. Hal ini membuktikan bahwa si Nenek masih sangat sadar dan sangat mampu untuk berpikir dengan jernih. Saya harap kita semua tetap menjaga akal kita dan selalu berusaha untuk selalu membahagiakan orangtua kita. BAHAGIAKANLAH HIDUP KAKEK NENEK DAN ORANGTUAMU. KARENA MUNGKIN SAJA, MUNGKIN SAJA....

Sunday, November 29, 2020

Teringat kamu lagi

Posted by Diasdo Siadari at 1:19 AM 0 comments

Dear kamu,

Setelah hampir satu tahun lamanya kita terakhir chat dan call di WA, aku akhirnya kangen kamu lagi. Hmm, udah banyak banget sih yang aku laluin selama hampir setahun ini. Mulai dari :

1. Aku udah diangkat jadi PNS. Udah sah nih aku PNS, udah nggak CPNS lagi, hehe.

2. Aku investasi di Saham dan reksadana. Profitnya udah lumayan loh dan aku juga udah siapin buat rencana pernikahanku kelak entah sama siapapun itu. Aku sih berharapnya sama kamu.

3. Mendekati seseorang tapi masih ragu dengan dia karena hatiku masih 'terbelenggu' sama kamu. Aku terang-terangan tuh bilang ke dia kalo aku masih belum bisa ikhlasin kamu.

4. Penempatan PNS di Medan. Aku sengaja sih milih Medan, biar bisa dekat sama kamu. Eeh kamunya yang nggak mau dekat entah karena apapunlah itu.

Ah sudahlah. Semoga kedepannya kamu bisa bahagia dan sukses dengan usaha kamu yah. Eh yah, gimana dengan usaha minuman kamu ? Terganggu nggak dengan adanya Covid-19 ini ? Gimana dengan Oppung ? Titip salam yah sama Oppung. Kamu tahu mau menghubungi aku dimana kan ? Aku bakalan selalu ada disini kok. Hehehe.


With Love,

Aku yang belum bisa ikhlas.

Friday, March 13, 2020

Sedih yang sama berulang kembali

Posted by Diasdo Siadari at 11:41 AM 0 comments
Hari ini aku kembali sedih lagi. Mungkin sudah lama tidak kurasakan kesedihan seperti ini. Setahun ? Dua tahun yang lalu ? Ah tidak tahulah, sepertinya sudah lama, bukan baru-baru ini pastinya. Sudah lebih dari dua tahun yang lalu mungkin. Aku mungkin masih ingat sedikit kesedihan yang dulu itu. Ya aku masih ingat sedikit. Itu mengenai para gelandangan dan pengemis yang hidup di trotoar jalan sekitaran Braga. Mereka hidup dari hasil mengemis atau memungut sampah/barang bekas dan mereka tidur di kursi sepanjang trotoar jalan. Seakan tidak ada yang peduli kepada mereka. Sedih sekali rasanya saat ini. Tapi aku tahan, karena saat itu sedang keluar bersama dengan teman yang baru datang dari luar Pulau Jawa.

Tapi hari ini, di kantorku yang sekarang, aku merasakan kesedihan yang hampir serupa. Kepada mereka yang kehidupan selanjutnya bergantung pada waktu, kemujurannya dan belas kasihan pemberi pekerjaan. Iya, mereka para honorer. Lebih tepatnya para penjaga keamanan khususnya lantai 7, yaitu Pak Solikhin kalau saya tidak saya lihat namanya tadi.

Mengapa saya sedih hari ini ? Tentu Anda akan bertanya-tanya kan ?
Karna hal simpel sih sebenarnya. Ya, perihal kartu kredit.
Sekitaran 2-3 minggu yang lalu, kami didata mengenai pembuatan kartu kredit oleh Bank BRI yang berkerjasama dengan kantor kami, dengan fasilitas bebas biaya tahunan seumur hidup. Tentu hampir semua kami yang baru masuk ikutan dong. Toh, tidak ada salahnya punya kartu kredit, siapa tahu suatu saat dibutuhkan pikirku (dan mungkin bebebrapa temanku).

Nah, hari ini, 13 Maret 2020, salah satu kartu kredit milik teman saya sampai, dan sesuai peraturan hanya sampai lobi saja, dan dari lobi ke ruangan kami diantarkan oleh satpam, yaitu Bapak tadi. Beliau selalu sopan kepada kami semua dan kepada saya. Saya juga selalu sopan kepada Beliau dengan selalu menyapanya, paling tidak kalau setiap mau menggunakan lift. Sehingga Beliau pasti mengenal saya, walau Beliau tidak mengetahui nama saya.

Pada saat Beliau mengantarkan kartu kredit kredit BRI teman saya tersebut, teman saya tidak ada di ruangan, sehingga saya mewakili mengambil dan menandatangani surat terima barangnya. Kemudian terjadi perbincangan sedikit dengan Beliau

Pak Solikhin (PS) : Ini ada kartu, seperti kartu ATM gitu.
Saya (S) : Owh, iya Pak, atas nama siapa Pak ?
PS : (menyebutkan nama teman saya).
S : Owh iya, sedang keluar Pak. Sini saya wakilkan saja Pak
PS : Oh yaudah.
S : (meandatangani kartu tersebut)
PS : Ini sebenarnya apa yah ? Kayak kartu ATM gitu buat narik uang di ATM ?
S : Bukan Pak. Ini kartu kredit, Pak, buat ngutanglah istilahnya Pak.
PS : Owh, saya juga dulu pernah sepertinya ingin membuat seperti ini
S: (pikir saya dalam hati, "Keknya mungkin maksud Bapak itu adalah ngutang di Bank, bukan kartu kredit, buat apa juga Beliau butuh kartu kredit")

----Bagian paling 'jleb'nya datang setelah ini---
PS : Saya kan honorer...
S : (Damn. Jadi selama ini Beliau honorer. Datang jam 7 lebih kurang, pulang selalu diatas jam 7 malam bahkan saya beberapa kali balik jam 8 malam, Beliau belum balik, dan digaji hanya sebatas honorer. Fak...Hati kecil saya menjerit.)
PS : Jadi saya dulu pernah ke Bank mengajukan itu. Kan itu rumah disurvei, pekerjaan, dan semuanya. Ya akhirnya gak jadi.
S : (Disitu saya langsung terdiam. Saya liat mata Beliau, seperti akan jatuh butiran air mata. Saya langsung seperti ingin menangis rasanya meihat Beliau menangis) Owh iya Pak. (Saya langsung terdiam).

Mungkin terdengar lebai sih. Terkesan melebih-lebihkan. Yang paling sedih bukan bagian ketika dia cerita, tapi ekspresi dan mimik wajahnya. Pengen melawan dunia ini, tapi dia tidak sanggup. Hanya sanggup bertahan dan menyerah akan keadaan.

Hahaha. Mungkin seditu dulu perjuangan dan rewardmu Pak. Semangat Pak.

Thursday, January 16, 2020

Dinda

Posted by Diasdo Siadari at 8:52 AM 0 comments
Untuk wanita yang dulu kukenal
atau wanita yang mungkin baru saja kukenal

Makasih yah buat kenangan
yang dulu sempat jadi angan-angan

Makasih yang buat rangsangan
yang belum sempat berkepanjangan

Mungkin semua kepingan
semua raungan
ataupun semua omongan
tidak akan pernah menjadi perjuangan

Kita mungkin tidak akan pernah sampai bergandengan
apalagi sampai ke pertunangangan
(Hahaha, enggak mungkin dong)

Tapi aku anggap semua hubungan
semua keheningan
atapun semua tantangan
menjadi sebuah keuntungan
walaupun hanya di bawah bayangan

Dinda mengatakan kalau kita bertemu di persimpangan
jangan pernah menjadi sebuah kecanggungan
Hahaha, aku harap itu jangan hanya menjadi omongan
tapi aku harap pertemuan akan menjadi sebuah perbincangan.

Makasih.


Sunday, December 15, 2019

CPNSlyfe

Posted by Diasdo Siadari at 2:54 PM 0 comments
Ini merupakan kelanjutan dari cerita yang sebelumnya, dimana yang sebelumnya lebih menekankan ke proses seleksi CPNS PUPR.

Singkat cerita, setelah melakukan 'bonding' selama 1 bulan di ruang rapat lantai 7, akhirnya kami diletakkan ke beberapa subdirektorat yang awalnya (ketika di Pendopo) sudah di-randomly pilih. Kami berdelapan subdit PE.
1. Mulai dari yang salah satu paling tua dan cewek sendiri, Kak Solihatun. Geologi ITB angkatan 2010. Baik banget banget orangnya. Tampak dari umurnya yang sudah cukup dewasa dan sifatnya yang keibuan banget. Doi memang sudah menikah.
2. Bang Surya, doi sebenarnya yang paling tua diantara kita semua. Udah pernah beberapa tahun menjadi pegawai honorer di PJN Kalimantan Utara. Bang Surya juga udah menikah, jurusan Sipil, dari Universitas 17 Agustus Samarinda (UNTAG). Doi make laptop yang cukup paling GG diantara kami semua dan Anda tau darimana laptop itu berasal ? DM me for more information. Hahaha
3. Kramer Napitulupu. Geodesi ITB 2011. Orangnya kocak dah. Main game mulu. Udah gila emang Abang yang satu ini. Gak peduli siapa yang ada disekitarnya, kalo emang gamenya setanggung itu, dia pasti bakalan mainin terus sampe selesai dulu gamenya. Tau gamenya apa ? Asphalt Mobile. Udah pernah kerja dengan gaji yang yah lumayanlah, 10 lebih kurang di Transjakarta.
4. Bayu a.k.a. si orang paling GG dan the one and only batch 1 di PE Preservasi Jalan. Pioneer dari segala yang pioneer di PE Preservasi Jalan. Salah satu orang paling niat dan paling humble diantara kami semua. Kalo kata Tihin, dia tipikal anak ITS banget. Tau banyak hal, literally banyak hal, tapi act like he only knows little thing. Bener2 humble banget dan Jawa banget. Kedepannya bakalan aku katakan hal apa yang dia buat pas Aktualisasi. GGENDFAST super niat. Eh hampir kelupaan, dia Geomatika ITS, angkatan 2011.
5. Dinul, si 'Doyok' dari Padang. Doi suku Bodi. Keknya doi salah satu mapres dari Universitas Andalas deh. Khas banget suara dan intonasi doi ngomong, kayak orang Padang bangetlah. Pokoknya denger dia ngomong, pasti udah bakalan nebak, ah Padang nih orang. Dinul Hadi angkatan 2013 UNAND, jurusan Sipil.
6. Anas a.k.a. Si Bujas Anjes. Dulu gw satu kelas pas TPB ITB dengan si anjes ini. Dia ini juga pinter banget, dan FREAKING HUMBLE banget. W sering banget shock dan terkejut dengan beberapa statement doi yang anjiar, GG bet nih orang. wakakakaka. Dia juga baek banget khususnya ke aku dan selalu kemana aja dengan Bang Kramer, Kamerad doi. Doi punya bisnis yang omsetnya ratusan juta rupiah. GG. Anas si bujas horbo ini angkatan 2013 Geodesi ITB. Doi rencana nikah dengan pacarnya dalam tahun-tahun mendatang ini.
7. Tihin a.k.a. Mapres ITS. Pinter banget, yet agak sombong sih. Wakakaka. Gak masalah, karena yang dia bilang emang fakta. Fathihin pernah exchange ke LN, 3 bulan apa 6 bulan yah ? Ya intinya exchange dan dapat nilai kuliah disana. Keknya short coursenya 6 bulan deh. Tanya aja sama dia dah. Dia exchange ke Belanda. Dia emang se-GG itu sih. Alat musik ahli, mulai dari Gitar Super PRO, Saxophonenya yang muantap, main piano keknya doi bisa juga dah, dan bisa juga nyanyi walau suaranya enggak bagus2 amat lah, tapi dibandingin lelaki lainnya, mantaplah. Cumlaude, 3.5 tahun. Kaya bet doi, udah punya mobil dan cicilan apart keknya deh doi. Doi angkatan 2014 Sipil ITS.
8. Me, a.k.a. Calon Dirjen Bina Marga dan Calon Menteri di tahun 2040/2050 an. Wakaka.

Sekian dululah perkenalan kami di subdit PE ini, dan sebagai bonus berikut saya tampilkan foto kami. Next post bakalan aku ceritain bagaimana kehidupan Bela Negara di Bogor, Aktualisasi di Surabaya, Habituasi di Subdit, Balitbang di Bandung, dan Kegiatan super duper bosan ROTASI di Dirjen BM dan Balai 6 Jakarta.

US Without Fathihin yang sengaja ditinggal di atas dan Bang Bayu yang lagi Balitbang
Dan ini dia PE Preservasi kala itu yang hampir Full Member


 

UKIRAN KISAHKU Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea