Thursday, August 10, 2017

Ibu-Sarjana

Posted by Diasdo Siadari at 1:02 AM 0 comments
Ibu-Iwan Fals

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu 
Ibuku sayang masih terus berjalan 
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah  

Seperti udara... kasih yang engkau berikan 
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
 
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu 
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu 
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku 
Dengan apa membalas...ibu...ibu....
 
Seperti udara... kasih yang engkau berikan 
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu


Sarjana Muda-Iwan Fals

Berjalan seorang pria muda
Dengan jaket lusuh dipundaknya
Disela bibir tampak mengering
Terselip sebatang rumput liar

Jelas menatap awan berarak
Wajah murung semakin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan

Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Mengandalkan ijazahmu

Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
Tuk jaminan masa depan

Langkah kakimu terhenti
Didepan halaman sebuah jawatan

Terjenuh lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang diharapkan
Terngiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang didambakan

Tak perduli berusaha lagi
Namun kata sama kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung semakin terlihat

Engkau sarjana muda
Resah tak dapat kerja
Tak berguna ijazahmu

Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
Sia sia semuanya

Setengah putus asa dia berucap... maaf ibu... 

Pas lagi ngerjain skripsi (skripsh*t kata sebahagian besar orang, skripsweet kata sebahagaian kecil lainnya), randomly mutar lagu yang berisi koleksi lagu Iwan Fals-Sang Legenda Musik Indonesia. Dan randomly terputar kedua lagu tersebut secara berurutan. Pas dengar lagu Ibu, secara tiba-tiba semangat terbakar, pengen segera membakar skripsi ini,*enggak deng, tapi pengen segera menghabisi dosen *enggak juga woi, pengen segera mengetik dan menyelesaikan skripsi ini secepat mungkin dan meraih gelar S.T. dan membuat orang di kota halaman (Pematangsiantar) bangga sama aku. 

Tapi apa dayalah Ma, anakmu yang kurang ajar ini masih cukup bermalas-malasan untuk mengerjakan skripsinya. Maafkanlah anakmu yang gak tau diri ini masih lebih mengutamakan skripsinya daripada internetan *eh kebalik deng.

Tapi inilah janji aku sama kalian Ma, Pa, aku pasti bakalan bisa WISOKTO. Minggu ini bakalan udah selesailah Bab 1-3 dan doakan juga Jumat ini awak mau presentasi apa yang udah awak kerjain sama dosen selama di perusahaan di Jakarta dan sekalian kalo bisa awak pengen menunjukkan hasil analisa yang udah aku buat selama di Bandung.

Wish me luck Ma, Pa. Doakan anakmu ini bisa segera menyelesaikan skipsinya dan semoga bisa membuat kalian bangga kepadaku seperti kalian pernah bangga padaku sebelum-sebelumnya.

Friday, August 4, 2017

Beberapa Hal yang Aku Sesali Dalam Hidup PART 1

Posted by Diasdo Siadari at 4:18 AM 0 comments
Mungkin setiap orang akan mengatakan hal yang berbeda-beda terhadap hal apa saja yang mungkin ia sesali dalam hidup. Aku memiliki beberapa hal yang mungkin menurut kalian akan lebai atau mungkin kalian tidak akan setuju akan hal ini tapi bagi aku ya, aku menyesali hal ini.

Salah satu hal yang aky sesali dan baru saja muncul di akhir masa aku berkuliah di kampus ini adalah NAVIGATOR. Ya, Navigator adalah salah satu lembaga pemuridan yang ada di ITB  yang bekerja sama dengan PMK ITB. Apa hal yang aku sesali terhadap Navigator ini ?

Aku menyesal mengapa dahulu aku tidak dekat dengan orang-orang yang ada di dalam komunitas ini, Ini adalaha salah satu lembaga terhangat yang pernah aku temui di Kota Bandung ini selain IKASPRA ITB. Akhirnya aku mengetahui mengapa si Aries lebih memilih untuk aktif di Nav daripada di Himpunan atau di GMKI ataupun di tempat lainnya. Ya, lembaga ini sangat hagat dengan segala canda tawa yang ditawarkan didalamnya.

Aku abru mengerahui kehangatan yang ada di dalam persaudaraan ini di akhir-akhir masa aku berkuliah di kota kembang ini, dan aku menyesal akan hal tersebut. engapa aku tidak membangun kehagantan bersama sejak aku masih bau saja bergabung dengan lembaga ini. Seandainya saja aku bisa mengulang waktu dan kembali ke TPB, aku pasti akan lebih aktif bersekutu merasakan kehangatan persaudaraan di dalam kasih lebih intens lagi. Aku ingin mengulang waktu dan mewujudkan hal ini.

Mungkin aku tidak akan pernah bisa mengulang waktu, tapi seperti pepatah "Nasi sudah menjadi bubur" tapi "Kita masih bisa menambah kenikmatan bubur terebut dengan menambahkan sedikir ayam suir, kerupuk, telor, kecap dan sambal". Ya, aku semenjak tingkat 4 yang kemarin secara tidak sadasr sudah "mengulang waktu" waktu ingin kuulang tersebut. Yaps. aku aktif dalam Navigator Transisi dan memncoba mengulang kehangatan yang hampir pernah aku dapatkan.


 

UKIRAN KISAHKU Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea