Followers
Sunday, June 27, 2021
Bekerja, apakah Worth it atau enggak ?
Hmmm, sudah lama sepertinya sejak terakhir kali saya menulis di blog ini.
Banyak hal baru yang sudah terjadi semenjak terakhir kali saya menulis terakhir kali di blog ini.
Oke let me tell you the changes.
Pertama, Bos atau PPK ku sudah berubah. Pak Hotben berganti menjadi Pak Samosir. Sad ? Jelas.Banget ? Jelas. Apalagi dengan kepemimpinan Pak Saor saat itu yang terlalu ngepush kami dan khususnya saya. Tertekan ? Jelas dong. Di masa kepemimpinan Pak Saorlah saya kembali tidak bercakapan dengan Bapak saya. Bapak ? Ya. Kenapa ? I will tell you the reason later.
Kedua, Saya sudah kerja di lapangan selama kurang lebih 1,5 bulan dan it's feel good. Menyenangkan ternyata kerja di lapangan dan bekerja dengan orang yang tepat di lapangan. Enak aja gitu ternyata koordinasi dengan orang lapangan. Bekerja dan berkonflik dengan warga. Ehehehe. Enggak deng. Enaknya ya cuma karna dingin aja Siborong-borong. Udah gitu aja. Dan enaknya ya karna ada orang Bang Tornado dan Bang Shine. Udah. Pokoknya tim 2.2 emang terdabest lah. Saya di lapangan semenjak bulan Februari Pertengahan hingga akhir Maret. Enam minggu lamanya. Mengurusi Revitalisasi Drainase. Owh iya hampir lupa, disinilah saya agak cekcok dikit dan tidak bercakapan dengan Bapak saya. Jadi di 2.2, saya bertugas sebagai semacam bendahara untuk pembayaran RD, dan saya memegang banyak sekali uang secara cash, ya ratusan juta setiap hari secara cash. Dananya bukan cuma 100 juta, tapi lebih kurang 300 juta dan itu yang saya bawa setiap hari. Jadi ada momen setelah 1 bulan di lapangan, saya balik ke Siantar. Dan karena alasan yang cukup stress dan tidak ingin berkonflik dengan Bapak, maka saya bilang agar saya tidak usah dijemput dari rumah Pak Saor. Biarlah dari rumah Pak Saor langsung saya naik gojek ke rumah. Dan yang ditakutkan oleh Bapak saya adalah saya dirampok. Tapi siapa yang mau merampok saya. Siapalah yang tau saya membawa uang banyak. Pada saat itu tinggal sekitaran 150an jutalah kalau tidak salah. Tapi Bapak memaksakan untuk menjemput saya dan sialnya pada saat bersamaan pulak gojek dan Bapak saya tiba di rumah Pak Saor. Bener2 saat yang bersamaan. Aneh kali memang Bapakku. Bebal kali. Udah dibilang nggak usah dijemput, malah dijemput. Padahal udah sejak 1 jam sebelumnya kubilang nggak usah dijemput. Ya jadilah nggak cakapan awak sama Bapak selama beberapa hari itu. Kenapa ? Ya karna keliatan bodoh aja jadinya awak di depan Pak Saor dan kawan-kawan, datang gojek malah pada saat yang bersamaan datang orangtua. Kayak orang tolol jadinya awak.
Ketiga, saya sudah tidak lagi di 2.2. Ya sudah pindah dan naik jabatan ke PPK 2.6. Jadi KTU. Senang ? Tidak dong. Karena sudah sempat nyaman di PPK 2.2. Udah 3 bulanlah sekarang per tanggal 27 Juni 2021 ini, walaupun secara SK hampir bulan ke 4, ya biasalah pemerintahan, back date. Hahahaha
Keempat, Bitcoinku entah sudah naik ke berapa trus turun ke berapa lagi. But, untungnya saya sudah narik sekitar 7 juta dari dalam. Jadi dari modal let say 12,5 juta, sudah ditarik sebesar 5 juta hutang ke Bapak dan sisanya 1 juta untuk bunga dan 1 juta lagi untuk senang-senang, maka hanya tinggal 7,5 juta lagi modal di dalamnya. Hahaha.
Kerja itu capek banget man. Sumpah. Kalo ada yang bilang jadi PNS aja biar kerjanya santai. FVCK. Kerja di Kementerian enggak santai cuk. Sumpah. Capek banget. Secapek itu. Saya aja udah berkali-kali ingin menyerah dan ingin resign aja. Sumpah kerja jadi PNS di Kementerian itu tidak segampang yang ada di pikiran kita semua. Kerja PNS di Kementerian capek banget. Makanya, sampe sekarang Saya masih berpikir, apakah gaji yang saya terima di sini worth dengan waktu dan energi yang saya keluarkan setiap hari. Stressful banget tau kerja, apalagi di ujung tombak sebuah kementerian. Kerja dari jam 8 pagi sampe jam 10 malam dulu merupakan hal yang sangat biasa buat saya. Sekarang di 2.6 kerja di hari Sabtu dan Minggu menjadi hal yang sangat biasa, apalagi dengan embel-embel jabatan KTU. Capek banget sumpah. Pengen jadi staff aja.
Makanya sudah berkali-kali saya mikir, worth it nggak yah kerja ini ? Capek banget soalnya. Nangis ? Sudah sangat biasa. Ngeluh ? Hampir tiap hari. Pokokya lingkungan di PPK 2.6 sangat tidak worth it lah kalo menurut aku.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment