Mungkin setiap orang akan mengatakan hal yang berbeda-beda terhadap hal apa saja yang mungkin ia sesali dalam hidup. Aku memiliki beberapa hal yang mungkin menurut kalian akan lebai atau mungkin kalian tidak akan setuju akan hal ini tapi bagi aku ya, aku menyesali hal ini.
Salah satu hal yang aky sesali dan baru saja muncul di akhir masa aku berkuliah di kampus ini adalah NAVIGATOR. Ya, Navigator adalah salah satu lembaga pemuridan yang ada di ITB yang bekerja sama dengan PMK ITB. Apa hal yang aku sesali terhadap Navigator ini ?
Aku menyesal mengapa dahulu aku tidak dekat dengan orang-orang yang ada di dalam komunitas ini, Ini adalaha salah satu lembaga terhangat yang pernah aku temui di Kota Bandung ini selain IKASPRA ITB. Akhirnya aku mengetahui mengapa si Aries lebih memilih untuk aktif di Nav daripada di Himpunan atau di GMKI ataupun di tempat lainnya. Ya, lembaga ini sangat hagat dengan segala canda tawa yang ditawarkan didalamnya.
Aku abru mengerahui kehangatan yang ada di dalam persaudaraan ini di akhir-akhir masa aku berkuliah di kota kembang ini, dan aku menyesal akan hal tersebut. engapa aku tidak membangun kehagantan bersama sejak aku masih bau saja bergabung dengan lembaga ini. Seandainya saja aku bisa mengulang waktu dan kembali ke TPB, aku pasti akan lebih aktif bersekutu merasakan kehangatan persaudaraan di dalam kasih lebih intens lagi. Aku ingin mengulang waktu dan mewujudkan hal ini.
Mungkin aku tidak akan pernah bisa mengulang waktu, tapi seperti pepatah "Nasi sudah menjadi bubur" tapi "Kita masih bisa menambah kenikmatan bubur terebut dengan menambahkan sedikir ayam suir, kerupuk, telor, kecap dan sambal". Ya, aku semenjak tingkat 4 yang kemarin secara tidak sadasr sudah "mengulang waktu" waktu ingin kuulang tersebut. Yaps. aku aktif dalam Navigator Transisi dan memncoba mengulang kehangatan yang hampir pernah aku dapatkan.
0 comments:
Post a Comment