Ibu-Iwan Fals
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Sarjana Muda-Iwan Fals
Berjalan seorang pria muda
Dengan jaket lusuh dipundaknya
Disela bibir tampak mengering
Terselip sebatang rumput liar
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung semakin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan
Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Mengandalkan ijazahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
Tuk jaminan masa depan
Langkah kakimu terhenti
Didepan halaman sebuah jawatan
Terjenuh lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang diharapkan
Terngiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang didambakan
Tak perduli berusaha lagi
Namun kata sama kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung semakin terlihat
Engkau sarjana muda
Resah tak dapat kerja
Tak berguna ijazahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
Sia sia semuanya
Setengah putus asa dia berucap... maaf ibu...
Dengan jaket lusuh dipundaknya
Disela bibir tampak mengering
Terselip sebatang rumput liar
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung semakin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan
Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Mengandalkan ijazahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
Tuk jaminan masa depan
Langkah kakimu terhenti
Didepan halaman sebuah jawatan
Terjenuh lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang diharapkan
Terngiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang didambakan
Tak perduli berusaha lagi
Namun kata sama kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung semakin terlihat
Engkau sarjana muda
Resah tak dapat kerja
Tak berguna ijazahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
Sia sia semuanya
Setengah putus asa dia berucap... maaf ibu...
Pas lagi ngerjain skripsi (skripsh*t kata sebahagian besar orang, skripsweet kata sebahagaian kecil lainnya), randomly mutar lagu yang berisi koleksi lagu Iwan Fals-Sang Legenda Musik Indonesia. Dan randomly terputar kedua lagu tersebut secara berurutan. Pas dengar lagu Ibu, secara tiba-tiba semangat terbakar, pengen segera membakar skripsi ini,*enggak deng, tapi pengen segera menghabisi dosen *enggak juga woi, pengen segera mengetik dan menyelesaikan skripsi ini secepat mungkin dan meraih gelar S.T. dan membuat orang di kota halaman (Pematangsiantar) bangga sama aku.
Tapi apa dayalah Ma, anakmu yang kurang ajar ini masih cukup bermalas-malasan untuk mengerjakan skripsinya. Maafkanlah anakmu yang gak tau diri ini masih lebih mengutamakan skripsinya daripada internetan *eh kebalik deng.
Tapi inilah janji aku sama kalian Ma, Pa, aku pasti bakalan bisa WISOKTO. Minggu ini bakalan udah selesailah Bab 1-3 dan doakan juga Jumat ini awak mau presentasi apa yang udah awak kerjain sama dosen selama di perusahaan di Jakarta dan sekalian kalo bisa awak pengen menunjukkan hasil analisa yang udah aku buat selama di Bandung.
Wish me luck Ma, Pa. Doakan anakmu ini bisa segera menyelesaikan skipsinya dan semoga bisa membuat kalian bangga kepadaku seperti kalian pernah bangga padaku sebelum-sebelumnya.
0 comments:
Post a Comment